Tugas besar mekanika fluida kali
ini adalah pembuatan sebuah water sprinkler. Water sprinkler ini harus berfungsi dengan baik dan juga harus memiliki
perhitungan yang benar. Berhubung aliran pada sprinkler adalah aliran viskos
dan turbulen, maka aliran ini akan mengalami head loss. Berikut adalah desain
dan perhitungan water sprinkler kelompok saya :
Senin, 28 Mei 2012
Vortex pada lubang
Ketika air mengalir dari
sebuah wadah, menuju ke bagian bawah yang berlubang, maka akan ditemukan
semacam vortex. Karena ada profil permukaan yang melengkung. Seperti pada
fenomena saat bak mandi sedang dikuras. Diasumsikan distribusi kecepatan vortex
sama dengan free vortexpada saat bersamaan, air keluar melalui titik A dan
diinginkan ada sedikit air keluar dari pipa B. kapasitas air melalui A
sebanding dengan kekuatan vortex. Tentukan kekuatan maksimum vortex sehingga
tidak ada udara yang terhisap di titik B. Asumsikan aliran non-viskos dan
ketinggian fluida dari lubang ke titik A adalah jauh, sehingga ketinggian
dianggap konstan.
Jawab:
Karena free
vortex merupakan medan aliran
irotasional, maka persamaan Bernoulli berikut
dapat
dituliskan apabila titik yang dipilih berada di permukaan bebas, dimana tekanan
gauge adalah 0.
di mana ketinggian
permukaan bebas, zs, diukur dari permukaan atas.
Kecepatannya dituliskan
dalam rumus:
Sedangkan dalam permukaan
atas diketahui V1 = vθ ≈ 0. Sehingga,
Pipa akan menghisap udara
saat zs = -1 ft untuk r = 2 ft. Maka,
Maka akan diperoleh hasil
sebagai berikut
Menentukan potensial kecepatan dalam aliran
Di soal diketahui suatu distribusi kecepatan pada aliran dua
dimensi dari sebuah fluida viskos di antara dua plat lebar yang paralel
membentuk fungsi parabolik, dengan fungsi
Jawab:
untuk menentukan fungsi aliran, pertama-tama kita
mengintegralkan persamaan kecepatan di bawah ini yang didapat dari soal
terhadap y
Sehingga didapat hasil seperti ini
Ψ bukan merupakan fungsi dari x.
Maka,
Untuk menentukan potensial kecepatan,
kita mengintegralkan persamaan kecepatan tersebut terhadap x.
Berbeda dengan fungsi aliran. Sehingga didapatkan hasil seperti berikut
Namun karena,
Tidak ada potensial kecepatan yang ada pada aliran ini
Konsep Pertukaran Fluida
Setiap fluida
memiliki massa jenisnya sendiri-sendiri. Apabila ada perbedaan massa jenis pada
dua jenis fluida yang berada dalam satu wadah, maka fluida yang lebih besar
massa jenisnya akan berada dibawah fluida yang massa jenisnya lebih kecil.
Sebagai contoh adalah peristiwa terpisahnya air dan minyak. Minyak berada
diatas air karena massa jenis air lebih besar
dibandingkan
minyak
Mengapa hal ini terjadi? Sebenarnya hal ini terjadi karena
adanya gaya angkat pada setiap partikel fluida minyak yang lebih besar dan
adanya dorongan kebawah yang disebabkan oleh gaya berat partikel air. Pada
dasarnya, proses ini dapat dikatakan sebagai pertukaran fluida. Pada kasus ini,
partikel air bergerak ke bawah dan mendorong fluida minyak keatas. Sehingga,
setelah keadaan setimbang minyak berada diatas air.
Prinsip pertukaran fluida
tidak hanya dapat diaplikasikan pada air dan minyak saja. Hal-hal sederhana
seperti air yang dituang kedalam gelas juga mengindikasikan adanya konsep
pertukaran fluida dimana partikel air yang masuk kedalam gelas mendorong
partikel udara yang memenuhi gelas keatas. Ada juga contoh seperti saat batu
yang tercebur dalam air. Partikel dari batu masuk dan mendorong partikel air
keatas. Untuk lebih jelasnya bisa dilihat video dibawah iniTeorema Lapisan Batas
Teorema Lapisan batas adalah suatu konsep yang diajukan oleh
seorang ilmuwan Jerman yang bernama Ludwig Prandtl (1857-1953). Teorema lapisan
batas adalah suatu lonjakan besar untuk menghubungkan mekanika fluida secara
teoritis dan eksperimental. Pada tahun 1904, Prandtl mengemukakan sebuah konsep
yang mengatakan bahwa aliran di dekat sebuah batas padat, terbentuk sebuah
lapisan fluida yang tipis dimana gesekan antara partikel fluida diperhitungkan.
Namun, diluar lapisan ini (lapisan batas) fluida berperilaku sebagai fluida
yang non-viskos atau tidak memiliki gesekan antara partikelnya.
Pada gambar diatas dilihat bahwa sebuah batu disebuah danau
yang sangat lebar terkena aliran air. Pada keadaan yang nyata, fluida yang
menerpa batu pastilah memiliki kekenyalan. Tapi, akan sangat menyulitkan
perhitungan apabila semua fluida dianggap viscous. Namun, terdapat gesekan pada
batu sehingga ada gesekan diantara partikel fluida. Maka, pada saat itu Prandtl
memberikan sebuah konsep mengenai sebuah batas imajiner yang disebut lapisan
batas. Daerah yang berada di dalam lapisan batas dihitung sebagai fluida
viscous karena gesekan antara fluida diperhitungkan sedangkan fluida diluar
lapisan batas dianggap sebagai fluida non-viscous untuk mempermudah
perhitungan. Di masa kini, CFD dan komputer sudah dapat menghitung
variabel-variabel yang dibutuhkan dengan sempurna. Namun, pada tahun 1904 masih
belum ada komputer ataupun CFD. Sehingga, konsep lapisan batas ini sangatlah
membantu perhitungan mekanika fluida karena Prandtl telah menggabungkan konsep
teoritis dan eksperimental dalam teorema ini.
Teorema Lapisan Batas
pada Profil Kecepatan
Dimana:
Pada grafik diatas, saya memperbesar sebagian kecil dari
lapisan batas dari gambar sebelumnya. Lapisan batas ini diterpa oleh aliran
bebas. Profil kecepatan yang berada didalam lapisan batas adalah fluida viskos
sedangkan fluida yang berada diluar lapisan batas dianggap sebagai fluida
non-viskos. Artinya kecepatan fluida diluar lapisan batas bernilai sama dengan
kecepatan aliran bebas. Bagaimana dengan kecepatan fluida di lapisan batas?
Kecepatan fluida di lapisan batas sangat mendekati kecepatan aliran bebas.
Secara matematis, kecepatan aliran pada lapisan batas adalah :
Dimana:
Konsep Perubahan Energi
Perubahan Energi
|
Persamaan dasar energi mekanik
Dimana:
|
Partikel air tepat akan jatuh menuju dasar
Pada keadaan ini, air belum memiliki kecepatan. Maka,
energi yang dimiliki air hanyalah energi potensial. Sehingga keseluruhan energi
mekanik hanya berasal dari energi potensial
Keadaan 2
Partikel air saat jatuh
Pada keadaan ini, air sudah memiliki kecepatan dan
ketinggian. Maka, energi mekanik dipengaruhi oleh energi potensial dan kinetik.
Pada setiap penurunan ketinggian energi potensial pada air berubah menjadi
energi kinetik yang menggerakkan partikel air
Keadaan 3
Partikel air saat tepat akan menyentuh dasar
Pada keadaan ini, air masih memiliki kecepatan namun
tidak memiliki ketinggian. Sehingga, keseluruhan energi mekanik berasal dari
energi kinetik.
Perubahan
Energi dalam Ruang dan Waktu
Dari kasus jatuhnya partikel air, kita sudah dapat
mengetahui adanya perubahan energi pada partikel air yang menyebabkan adanya pergerakan
pada partikel air. Namun, dalam kasus ini kita hanya melihat perubahan energi
dari sudut pandang jarak. Pada dasarnya, perubahan energi itu dapat terjadi
seiring dengan perubahan jarak dan waktu. Namun, pada mekanika fluida dasar
perubahan energi hanya dilihat dari arah saja. Berikut adalah persamaan dasar
perubahan energi
Dimana:
Pada persamaan dasar perubahan energi dikatakan kalau
perubahan energi terhadap waktu akan menghasilkan panas dan kerja. Artinya,
perubahan energi juga dapat didefinisikan dengan perubahan waktu. Sehingga,
secara matematis dapat ditulis sebagai berikut :
Dimana:
Aplikasi
Perubahan Energi
Sekarang, mari kita telaah
lagi arti dari persamaan dasar perubahan energi.
Pada hakikatnya, hanya perubahan energi yang dapat
dimanfaatkan manusia. Sebagai contoh, PLTA memanfaatkan perubahan energi
potensial air saat jatuh menjadi energi kinetik sebagai penggerak turbin. Atau
perubahan energi kimia dari batubara menjadi energi panas. Karena, seperti yang
sudah dijelaskan oleh persamaan diatas hanya perubahan energi yang dapat
dimanfaatkan manusia karena dapat menghasilkan panas dan kerja
Selasa, 17 April 2012
Teorema Transport Reynolds
Dalam melakukan
analisa fluida kita diharuskan menentukan sistem yang akan dianalisa. Bagaimana
cara kita menganalisa sistem yang besar seperti pipa yang panjang? Maka,
dibutuhkanlah batas sistem. Batas sistem adalah batas imajiner yang digunakan
untuk menentukan sistem yang dianalisa. Sedangkan sistem itu sendiri adalah
sesuatu yang dianalisa dan dipantau dimana sesuatu yang dianalisa itu dibatasi
oleh batas sistem. Pada mekanika fluida terdapat dua metode yang digunakan untuk
menganalisa sistem, yaitu metode Eulerian dan Lagrangian. Metode Eulerian
megacu kepada fungsi ruang dan waktu, sehingga sering disebut dengan konsep
volume atur. Metode Lagrangian berkaitan dengan perubahan kedudukan setiap
partikel. Berikut gambar yang dapat menjelaskan pendekatan kedua metode
tersebut
Dalam konsep volume atur, dikenal
adanya peristiwa Transport Reynolds, yaitu sebuah teorema yang menjelaskan
tentang mekanika yang terjadi secara kontinyu. Transport Reynold inilah yang
menghubungkan metode eulerian dan lagrangian. Sehingga dapat dikatakan volume
dalam sebuah sistem tetap konstan.
Pada dasarnya, transport reynold
menjelaskan fenomena yang terjadi dalam suatu batas sistem atau kontrol volum.
Fungsi dari batas sistem tersebut adalah untuk membatasi daerah-daerah yang
dipantau. Sebagai contoh adalah kontrol volum dari suatu sistem pipa.
Pada kontrol volume, terdapat
vektor n yang selalu mengarah keluar
dari kontrol volume. Vektor n inilah yang menentukan nilai positif dan negatif
dari kecepatan yang dapat dituliskan dalam rumus.
Nilai negatif V1 dan
positif V2 dan V3 didapatkan karena kecepatan V1 berlawanan arah dengan vektor n (Lihat gambar) dan kecepatan V2 dan
V3 searah dengan vektor n.
Langganan:
Komentar (Atom)




















































