Dalam melakukan
analisa fluida kita diharuskan menentukan sistem yang akan dianalisa. Bagaimana
cara kita menganalisa sistem yang besar seperti pipa yang panjang? Maka,
dibutuhkanlah batas sistem. Batas sistem adalah batas imajiner yang digunakan
untuk menentukan sistem yang dianalisa. Sedangkan sistem itu sendiri adalah
sesuatu yang dianalisa dan dipantau dimana sesuatu yang dianalisa itu dibatasi
oleh batas sistem. Pada mekanika fluida terdapat dua metode yang digunakan untuk
menganalisa sistem, yaitu metode Eulerian dan Lagrangian. Metode Eulerian
megacu kepada fungsi ruang dan waktu, sehingga sering disebut dengan konsep
volume atur. Metode Lagrangian berkaitan dengan perubahan kedudukan setiap
partikel. Berikut gambar yang dapat menjelaskan pendekatan kedua metode
tersebut
Dalam konsep volume atur, dikenal
adanya peristiwa Transport Reynolds, yaitu sebuah teorema yang menjelaskan
tentang mekanika yang terjadi secara kontinyu. Transport Reynold inilah yang
menghubungkan metode eulerian dan lagrangian. Sehingga dapat dikatakan volume
dalam sebuah sistem tetap konstan.
Pada dasarnya, transport reynold
menjelaskan fenomena yang terjadi dalam suatu batas sistem atau kontrol volum.
Fungsi dari batas sistem tersebut adalah untuk membatasi daerah-daerah yang
dipantau. Sebagai contoh adalah kontrol volum dari suatu sistem pipa.
Pada kontrol volume, terdapat
vektor n yang selalu mengarah keluar
dari kontrol volume. Vektor n inilah yang menentukan nilai positif dan negatif
dari kecepatan yang dapat dituliskan dalam rumus.
Nilai negatif V1 dan
positif V2 dan V3 didapatkan karena kecepatan V1 berlawanan arah dengan vektor n (Lihat gambar) dan kecepatan V2 dan
V3 searah dengan vektor n.











